Dear Jakarta... Beberapa bulan yang lalu gue nyampe di Jakarta, m emilih meninggalkan bali untuk sementara waktu dan membuang diri ke ibu kota itu bukan sebuah pilihan yang gampang. selama 3 tahun merantau dan hidup di bali tentunya sudah membuat gue sangat nyaman di bali, dan membuat pilihan untuk ke jakarta adalah pilihan untuk keluar dari zona nyaman. Lagi-lagi gue memberanikan diri keluar dari zona nyaman setelah 3 tahun stay di bali. Bicara tentang zona nyaman, kadang kita emang harus keluar dari zona nyaman supaya kita bisa mencoba dan mengenal hal yang baru. Menurut gue, untuk mencapai sesuatu yang diinginkan kita seharusnya bisa berani keluar dari zona nyaman supaya bisa belajar dan mengenal suatu hal baru. Entah itu kita bisa mendapatkan teman yang baru, pengalaman baru dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan. Dari tahun 2017 gue keluar merantau ke kota orang, berpindah dari satu kota ke kota lainnya buat gue banyak belajar sabar dan berserah hanya kepada Tuhan...
Dalam hidup, melepaskan sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita. Hal yang kita anggap biasa itu kebanyakan gampang dilakukan oleh orang-orang. Ketika kita melepaskan seseorang, kita harus melepaskannya dengan ikhlas. Ikhlas? Aku sedang belajar ikhlas melepaskan yang ingin terlepas. Aku selalu berfikir, bagaimana mungkin aku mampu melepaskan seseorang yang telah menorehkan rasa begitu dalam? Yang ketidakhadirannya sebentar saja akan menjadi momen sepi dan dingin. Momen yang sangat ku hindari. Tapi aku harus mampu melepaskan karena aku menyayanginya. Aku sungguh menyayangi dia dengan hati yang tulus. Tidak ingin melihatnya terluka. Tidak ingin membuatnya terluka dengan memaksakan untuk terus bersamaku. Dengan melepasnya, aku ingin dia bahagia dengan pilihannya. Ini luka yang terdalam. Buat kamu yang membuat luka ini. Hei, aku sudah memaafkanmu. Jangan pikirkan aku, jangan membuat pikiranmu terbebani karena telah melukaiku. Kamu baik-baik ya.. jangan sa...