Dalam hidup, melepaskan sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita. Hal yang kita anggap biasa itu kebanyakan gampang dilakukan oleh orang-orang. Ketika kita melepaskan seseorang, kita harus melepaskannya dengan ikhlas.
Ikhlas?
Aku sedang belajar ikhlas melepaskan yang ingin terlepas.
Aku selalu berfikir, bagaimana mungkin aku mampu melepaskan seseorang yang telah menorehkan rasa begitu dalam?
Yang ketidakhadirannya sebentar saja akan menjadi momen sepi dan dingin. Momen yang sangat ku hindari. Tapi aku harus mampu melepaskan karena aku menyayanginya.
Aku sungguh menyayangi dia dengan hati yang tulus. Tidak ingin melihatnya terluka. Tidak ingin membuatnya terluka dengan memaksakan untuk terus bersamaku.
Dengan melepasnya, aku ingin dia bahagia dengan pilihannya. Ini luka yang terdalam.
Buat kamu yang membuat luka ini.
Hei, aku sudah memaafkanmu. Jangan pikirkan aku, jangan membuat pikiranmu terbebani karena telah melukaiku. Kamu baik-baik ya.. jangan sampai terluka lagi, aku tidak melepaskanmu untuk melihatmu terluka lagi. Aku ingin kamu bahagia walaupun bukan aku yang membuatmu bahagia. Terimakasih telah membuatku bahagia saat masih bersamamu. Aku berusaha menerima semuanya. Aku ikhlas melepaskanmu. Terkadang lebih baik melepaskan dari pada memaksa terus bersama.
Hei, aku sudah memaafkanmu. Jangan pikirkan aku, jangan membuat pikiranmu terbebani karena telah melukaiku. Kamu baik-baik ya.. jangan sampai terluka lagi, aku tidak melepaskanmu untuk melihatmu terluka lagi. Aku ingin kamu bahagia walaupun bukan aku yang membuatmu bahagia. Terimakasih telah membuatku bahagia saat masih bersamamu. Aku berusaha menerima semuanya. Aku ikhlas melepaskanmu. Terkadang lebih baik melepaskan dari pada memaksa terus bersama.
Saat ini aku memang sedang terluka, biarkan aku tenggelam dalam kesedihanku untuk sementara. Aku tidak ingin menjalani hidup baru padahal belum bisa melepaskan bayang-bayang masa lalu. Aku tidak ingin menjadikan seseorang pelampiasan. Biarkan aku menyembuhkan luka ini. Karena ketika aku berhasil menyembuhkan luka ini, saat itulah aku siap memulai lagi.
Untuk teman-temanku yang setia menemani, aku sayang kalian. Terimakasih masih terus bersamaku. Jangan memarahinya lagi. Tetaplah berteman, jangan tinggalkan dia.
Dan untuk kamu yang semalam meneleponku sejam lebih hehe.. terimakasih membuatku tertawa, terimakasih telah melarangku nakal. Aku tidak akan bersedih terlalu lama, kan ada kamu.
Jangan kamu melepaskan gunung permata di tanganmu hanya karena ingin memungut satu batu kecil yang tercecer. Kadang beberapa orang itu lucu. Tidak menyadari bahwa apa yang mereka miliki saat ini, mungkin sedang diidam-idamkan oleh orang lain. Lantas kenapa malah memilih melepaskan sesuatu yang telah mereka genggam, yang mana orang lain tak punya.
Ada saatnya kita harus melepaskan seseorang, bukan karena tidak mencintainya, tetapi demi menjaga hati kita sendiri agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama dan orang yang sama.

Komentar
Posting Komentar