Langsung ke konten utama

Melepaskan Luka




Dalam hidup, melepaskan sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita.  Hal yang kita anggap biasa itu kebanyakan gampang dilakukan oleh orang-orang. Ketika kita melepaskan seseorang, kita harus melepaskannya dengan ikhlas.
Ikhlas?
Aku sedang belajar ikhlas melepaskan yang ingin terlepas.

Aku selalu berfikir, bagaimana mungkin aku mampu melepaskan seseorang yang telah menorehkan rasa begitu dalam?
Yang ketidakhadirannya sebentar saja akan menjadi momen sepi dan dingin. Momen yang sangat ku hindari. Tapi aku harus mampu melepaskan karena aku menyayanginya.
Aku sungguh menyayangi dia dengan hati yang tulus. Tidak ingin melihatnya terluka. Tidak ingin membuatnya terluka dengan memaksakan untuk terus bersamaku.
Dengan melepasnya, aku ingin dia bahagia dengan pilihannya. Ini luka yang terdalam.

Buat kamu yang membuat luka ini.
Hei, aku sudah memaafkanmu. Jangan pikirkan aku, jangan membuat pikiranmu terbebani karena telah melukaiku. Kamu baik-baik ya.. jangan sampai terluka lagi, aku tidak melepaskanmu untuk melihatmu terluka lagi. Aku ingin kamu bahagia walaupun bukan aku yang membuatmu bahagia. Terimakasih telah membuatku bahagia saat masih bersamamu. Aku berusaha menerima semuanya. Aku ikhlas melepaskanmu. Terkadang lebih baik melepaskan dari pada memaksa terus bersama.

Saat ini aku memang sedang terluka, biarkan aku tenggelam dalam kesedihanku untuk sementara. Aku tidak ingin menjalani hidup baru padahal belum bisa melepaskan bayang-bayang masa lalu. Aku tidak ingin menjadikan seseorang pelampiasan. Biarkan aku menyembuhkan luka ini. Karena ketika aku berhasil menyembuhkan luka ini, saat itulah aku siap memulai lagi.

Untuk teman-temanku yang setia menemani, aku sayang kalian. Terimakasih masih terus bersamaku. Jangan memarahinya lagi. Tetaplah berteman, jangan tinggalkan dia.

Dan untuk kamu yang semalam meneleponku  sejam lebih hehe.. terimakasih membuatku tertawa, terimakasih telah melarangku nakal. Aku tidak akan bersedih terlalu lama, kan ada kamu.
Jangan kamu melepaskan gunung permata di tanganmu hanya karena ingin memungut satu batu kecil yang tercecer. Kadang beberapa orang itu lucu. Tidak menyadari bahwa apa yang mereka miliki saat ini, mungkin sedang diidam-idamkan oleh orang lain. Lantas kenapa malah memilih melepaskan sesuatu yang telah mereka genggam, yang mana orang lain tak punya.
Ada saatnya kita harus melepaskan seseorang, bukan karena tidak mencintainya, tetapi demi menjaga hati kita sendiri agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama dan orang yang sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

Dear kamu.. Apakah kamu tau bahwa aku sedang merindukanmu? Bukan rindu, tapi sangat merindukanmu. Belakangan ini aku sering merasa tertuduh oleh perasaanku sendiri, aku disuruh jujur kepada perasaanku sendiri kalau aku sedang merindukanmu. Kau berhasil meluluhkan sedikit hati yang beku ini.. tapi kamu juga berhasil membekukannya kembali. Aku menyerah sebelum rasa suka ini berubah jadi rasa sayang. Aku pergi sebelum aku tidak ingin pergi. Aku merelakanmu bahagia bersamanya, karena memang itu yang terbaik. Terimakasih telah mencairkan sedikit hati yang beku ini.. aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu. Sekarang dan selanjutnya kita hanya teman, tapi apakah aku bisa? Aku harus bisa. Taukah kamu, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Setiap kali aku bertanya apakah kau baik-baik saja? Tapi kau menjawab kalau kau sedang tidak baik-baik saja, itu membuatku sedih. Aku ingin mendengar kabarmu yang sedang bahagia.. aku tidak melepaskanmu untuk melihatmu bersedih. Aku selalu ...

Ketakutanku

Entah kenapa rasa takut kembali menghantuiku. Rasa takut akan kehilangan hatiku lagi. Aku takut dia tiba-tiba menghilang meninggalkanku. Aku takut luka itu terulang lagi. Aku menyayanginya, tapi aku tidak ingin menggenggam dia sangat erat hingga dia kelelahan dan berusaha mencari cara untuk melepaskan genggamanku. Aku memberikan dia kebebasan bersyarat, bersyarat agar dia masih ingat bahwa ada aku bersamanya. Aku teringat kembali tentang masa lalunya. Hanya tidak ingin bernasib sama seperti orang itu. Aku mempercayainya, aku menutup rapat-rapat pintu kecurigaanku. Ya walaupun kadang rasa curiga itu mengetok pintu meminta untuk keluar. Tapi aku tetap percaya, karena aku menyayangi dia. Tidak perduli seberapa baik dan seberapa buruknya dia di masa lalu. Aku hanya melihatnya di masa sekarang dan di masa depan. Tidak perduli dengan omongan orang yang mungkin lebih banyak yang nyinyir tentang kami. Aku tidak pernah bermain dalam menjalani hubungan. Maka dari itu, aku juga tida...

Rasa Takut Kehilangan

Apa sih itu Kehilangan? Arti kehilangan bisa berupa kesedihan dan penderitaan atau tempaan atas kualitas ketabahan dan kesiapan diri. Rasa kehilangan merupakan bagian dari rasa memiliki karena adanya keterikatan atas sesuatu atau seseorang. Kehilangan menunjukkan rasa yang tidak sepenuhnya utuh, merasa kurang tanpa hadirnya sesuatu atau seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bersentuhan dengan rasa kehilangan. Kehilangan akan benda, jiwa, perasaan, harga diri dan suasana, kehilangan sosok seseorang, kehilangan kesempatan bahkan takut kehilangan. Masing-masing orang memiliki rasa takut kehilangan yang beragam. Dan masing-masing orang memiliki pencegahan sebelum terjadinya kehilangan. Disini aku mau bercerita tentang takut kehilangan sesuai pengalaman pribadi. Dulu aku pernah menyayangi seseorang dengan tulus, memberikan semua kepercayaanku kepadanya. Aku terlalu percaya sehingga aku kehilangan dia. Aku percaya tapi bukan berarti aku tidak melihat ada ...