Dear kamu..
Apakah kamu tau bahwa aku sedang merindukanmu?
Bukan rindu, tapi sangat merindukanmu. Belakangan ini aku sering merasa tertuduh oleh perasaanku sendiri, aku disuruh jujur kepada perasaanku sendiri kalau aku sedang merindukanmu.
Kau berhasil meluluhkan sedikit hati yang beku ini.. tapi kamu juga berhasil membekukannya kembali.
Aku menyerah sebelum rasa suka ini berubah jadi rasa sayang. Aku pergi sebelum aku tidak ingin pergi. Aku merelakanmu bahagia bersamanya, karena memang itu yang terbaik. Terimakasih telah mencairkan sedikit hati yang beku ini.. aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu.
Sekarang dan selanjutnya kita hanya teman, tapi apakah aku bisa? Aku harus bisa.
Taukah kamu, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Setiap kali aku bertanya apakah kau baik-baik saja? Tapi kau menjawab kalau kau sedang tidak baik-baik saja, itu membuatku sedih. Aku ingin mendengar kabarmu yang sedang bahagia.. aku tidak melepaskanmu untuk melihatmu bersedih. Aku selalu berusaha membuatmu bahagia saat bersamaku, tapi aku tidak tau apakah kau benar-benar bahagia ketika bersamaku? Aku selalu menebak perasaanmu saja.
Beberapa orang sering bertanya kepada ku apakah aku baik-baik saja? Dan aku selalu berusaha menjawab aku baik-baik saja, walaupun sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. Hanya diriku dan Tuhan yang tau.
Aku selalu berdoa dan berharap kau bahagia. Karena aku tidak melepaskanmu untuk melihat dan mendengar kau bersedih. Aku melepaskanmu dan membiarkanmu bahagia bersamanya..
"Pergilah berjalan ketempat yang membuatmu lebih bahagia, dan ketika kakimu mulai lelah melangkah lihatlah kebelakang aku selalu disini menjadi rumahmu".
Cari aku kapanpun kau membutuhkanku, aku akan berusaha untuk selalu mempunyai waktu untukmu.. tapi ketika aku benar-benar melupakanmu, saat itulah waktuku bukan untukmu lagi.
Aku selalu berharap untuk kebahagiaan kita berdua.
Tetaplah tersenyum apapun yang terjadi :)

Komentar
Posting Komentar