Entah kenapa rasa takut kembali menghantuiku. Rasa takut akan kehilangan hatiku lagi. Aku takut dia tiba-tiba menghilang meninggalkanku.
Aku takut luka itu terulang lagi.
Aku menyayanginya, tapi aku tidak ingin menggenggam dia sangat erat hingga dia kelelahan dan berusaha mencari cara untuk melepaskan genggamanku. Aku memberikan dia kebebasan bersyarat, bersyarat agar dia masih ingat bahwa ada aku bersamanya.
Aku teringat kembali tentang masa lalunya. Hanya tidak ingin bernasib sama seperti orang itu.
Aku mempercayainya, aku menutup rapat-rapat pintu kecurigaanku. Ya walaupun kadang rasa curiga itu mengetok pintu meminta untuk keluar. Tapi aku tetap percaya, karena aku menyayangi dia.
Tidak perduli seberapa baik dan seberapa buruknya dia di masa lalu. Aku hanya melihatnya di masa sekarang dan di masa depan.
Tidak perduli dengan omongan orang yang mungkin lebih banyak yang nyinyir tentang kami.
Aku tidak pernah bermain dalam menjalani hubungan. Maka dari itu, aku juga tidak ingin dipermainkan dalam hubungan.
Semoga ketakutanku ini hanya sebatas ketakutan saja. Astungkara semua akan baik-baik saja.

😉😉😉
BalasHapus